Jumat, 07 Januari 2011

Alamat Email Media dan Koran



Bagi siapa saja yang berminat mengirim tulisan ke media cetak (koran/majalah), maka berikut sedikit tips dari saya:
  1. Panjang tulisan antara 700 sampai 1000 kata *. cara melihat jumlah kata: MS WORD --> tools--> wordcount ---> words
  2. Kirim ke media via email dalam bentuk MS WORDS via attachment.
Berikut ini adalah beberapa alamat email media cetak yang mungkin Anda butuhkan:






NASIONAL
Republika sekretariat@republika.co.id
Kompas opini@kompas.com 

opini@kompas.co.id

kompas@kompas.com
Media Indonesia redaksi@mediaindonesia.co.id
Suara Pembaruan koransp@suarapembaruan.com

opinisp@suarapembaruan.com
Sinar Harapan redaksi@sinarharapan.co.id

info@sinarharapan.co.id
Harian Pelita hupelita@indo.net.id
Jawa Pos editor@jawapos.com

editor@jawapos.co.id
Suara Karya redaksi@suarakarya-online.com
Koran Tempo ndewanto@mail.tempo.co.id
Majalah Tempo hidayat@mail.tempo.co.id
MEDIA DAERAH SUMATERA
Waspada (Medan)
redaksi@waspada.co.id

waspada@waspada.co.id
Suara Indonesia Baru (Medan) redaksi@hariansib.com
Batam Pos redaksi@harianbatampos.com
Serambi Indonesia (Aceh) redaksi@serambinews.com

serambi_indonesia@yahoo.com
Sriwijaya Post (Palembang) sripo@persda.co.id

sripo@mdp.net.id
MEDIA DAERAH JAWA
Pikiran Rakyat (Jawa Barat) redaksi@pikiran-rakyat.com

info@pikiran-rakyat.com
Suara Merdeka (Jawa Tengah) redaksi@suaramer.famili.com
Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) redaksi@kr.co.id
Koran Bernas (Yogyakarta) koranbernas@yahoo.com
Harian Surya (Jawa Timur) surya1@padinet.com
Harian Duta Masyarakat (JaTim) dumas@sby.centrin.net.id
MEDIA DAERAH BALI
Bali Post balipost@indo.net.id
MEDIA DAERAH KALIMANTAN
Banjarmasin Post banjarmasin_post@persda.co.id

bpostmania@telkom.net
Pontianak Pos redaksi@pontianakpos.co.id
MEDIA DAERAH SULAWESI
Harian Fajar (Makassar) fajar@fajar.co.id
Jadi, setelah Anda selesai menulis di MS WORD sebanyak 700 - 1000 kata, maka kirimkan ke media yang dituju melalui email mereka. Sekali lagi, artikel dikirim via attachment. Dan jangan lupa tulis di subject email sbb: "Artikel Opini: " [judul tulisan anda di sini...]

Langkah pertama, cobalah menulis ke koran, bukan majalah. Karena kolom di majalah biasanya pesanan dari redaksi; dan diisi penulis yang sudah terkenal.


Catatan:

1. Email redaksi sejumlah harian/koran Indonesia di atas adalah email media cetak. Sedangkan email media online seperti detik.com, dll tidak termasuk di sini.

2. Perlu diketahui bahwa tulisan kita yang dimuat di media cetak, akan otomatis dimuat di website mereka masing-masing. Artinya, kalau tulisan kita tampil di website koran bersangkutan berarti dimuat di media cetaknya. Memang koran seperti Waspada (Medan) dan Riau Pos (Riau) pernah memiliki dua edisi online dan offline (cetak), tapi sekarang sudah tidak lagi.

3. Jangan pernah mengirim satu tulisan pada dua koran nasional atau dua koran yang satu daerah dalam waktu bersamaan. Karena kalau sama-sama dimuat di kedua koran tsb. kita akan mendapat sangsi berupa tulisan kita tidak akan lagi dimuat di keduanya. Akan tetapi, kalau dikirim pada dua koran yang lain segmennya, seperti ke koran nasional dan koran daerah itu tidak apa-apa walaupun seandainya sama-sama dimuat. 



(Diambil dari ebook "Tips Menulis Di Media" karya Mario Gagho)







Algoritma PertamaQ ^_^

/** ALGORITMA : PROGRAM Luas Lingkaran dan Keliling Lingkaran
    {Membaca phi dan jari_jari lingkaran yang berbentuk
   lingkaran, menghitung luasnya dan menghitung kelilingnya lalu mencetak hasil luas
   ke monitor }

   DEKLARASI
   phi           : real
   r              : real
   luas         : real
  keliling     : real


 ALGORITMA:
      read (phi,r)
      luas <-phi*r*r
      write (luas)
      keliling <-2*phi*r
      write (keliling) **/

#include <stdio.h>

int main()
    {
   /** Delarasi variable **/
       float phi, r, keliling, luas;

      /** Algoritma Program */
      printf("Masukan phi?");scanf ("%f",&phi);
      printf("Masukan r?");scanf("%f",&r);

      luas = phi * r * r;
      keliling = 2 * phi * r;
      printf("Keliling Lingkaran = %10.2f \n", keliling);
      printf("Luas Lingkaran = %10.2f \n", luas);

      fflush(stdin);
      getchar();
      return 0;
   }


masih sederhana sich v yang penting berhasil... hehehe

Senin, 03 Januari 2011

AKU TAK BERDAYA - IDP ost DALAM MIHRAB CINTA


Masa yang terindah
Kini semua telah berakhir
Karena kau berubah
Tak seperti dulu lagi

Sampai kapan kamu sering menyalahi hatiku
Tak pernah kau tahu begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu

Delima untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu
Biarkan aku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta

Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu
Delima untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu

Biarkanku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta

Minggu, 02 Januari 2011

IRWAN SUMATRI, HACK 'n HACKER.. ^_^

Fuih...ni kuliah hari pertama d'semester 2....-_-
Awalnya aku GAK semangat banget, banget, banget....tapi untunglah..pelajaran hari ini ga ngbosenin....

COMPUTER NETWORKING SCURITY....wuiih...dengernya z ni otak langsung bereksperimen...hahaha

Dari namanya jg pasti ketahuan donk, ni matkul ngebahas tentang apa... pastinya keamanan system jaringan komputer.... 'n yg paling penting pasti di ni matkul bakal d'ajaring how the real to hack? hehe...mungkin, tu sich hasil dari  spekulasi nyaliwang dari otak ana...hihihi 3:)

Berawal dari cerita kasus yg bersangkutan scurity 'n berujung pada nama IRWAN SUMANTRI salah satu hacker Indonesia yang berhasil membobol WEB KPU yang berharga Rp.1.000.000.000,,,keren gak tuch...iseng-isengnya ala Irwan Sumantri...hihihi.... 

Nah, dari situ kepikiran untuk tau seperti apa sosok Irwan Sumantri...v sayang setelah keliling-keliling di mbah google ga ketemu juga 'n tersangkut disalah satu web yang ngebahas sejarah HACK... nama webnya ini nich http://www.binushacker.net/indonesia-hacker.html !! ^_^

Lumayan kerena 'n menarik bahasasan.a!! ni sebagian isi articlenya... klo kalian mw baca... met baca z ya...Q dah laper...mau makan dlu!!! bye..bye!! ^_^ :D
 
 Sejarah tentang Hack, Hacker, dan Hacking
Sebelum terbentuknya komunikasi yang tercipta di Internet, pada tahun 1960-an beberapa mahasiswa ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang gemar untuk melakukan engineering dan re-engineering terhadap perangkat keras dan perangkat lunak sering melakukan diskusi-diskusi terbuka yang disana membahas masalah :
  • Ide-ide mengenai pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak
  • Ide-ide mengenai transformasi terhadap teknologi dan informasi
Pengistilahan dan perkataan “Hack” sebenarnya adalah merupakan slang yang pada saat itu belum memiliki arti yang spesifik dan sebenarnya. Kebiasaan-kebiasaan mengucapkan “I Hack This Stuff” seakan-akan memberikan arti bahwa istilah Hack merupakan kegiatan yang sedang dan memperoleh hasil setelah melakukan pengembangan terhadap segala sesuatu yang dilakukan. Pengembangan-pengembangan yang secara khusus diberikan kepada minicomputer dan microcomputer tersebutlah istilah “Computer Hacker” terbentuk.
Dengan kata lain, Computer Hacker adalah seseorang yang mengaplikasikan kemampuan dalam cakupannya mengenai komputer software, komputer hardware, komputer arsitektur, komputer desain, serta administrasi yang terkandung didalamnya. Seorang Hacker dituntut memiliki kemampuan dalam hal pemrograman untuk tingkatan software, dan keahlian dibidang hardware. Tuntutan yang sedemikian luasnya untuk keamanan disisi sistem aplikasi dan jaringan, memberikan motivasi bagi seorang Hacker untuk mengembangkan keahlian tersebut sehingga hasil dari penelitian yang dilakukan akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan IT itu sendiri.
Dengan melihat sekelumit penjelasan diatas, kita dapat memberikan kesimpulan bahwa Hacking bukanlah sebatas pada kegiatan illegal yang identik dengan pengrusakan sebuah sistem dan aplikasi, atau sebatas kegiatan-kegiatan tentang pencurian sebuah data-data penting, melainkan kepada tindakan untuk melakukan perubahan yang mendasar atau perbaikan-perbaikan terhadap sistem dan aplikasi, baik yang berupa software ataupun hardware.
KELOMPOK HACKER BERDASARKAN MOTIF
  • Black Hat Para hacker yang menjelma menjadi cracker / attacker yang menggunakan kemampuannya untuk tujuan kriminal dan cenderung membahayakan kepentingan pihak lain. Pada umumnya orang-orang yang tergabung dalam kelompok ini adalah yang bergerak secara individu atau sesuai idealisme tertentu dan tidak terikat atas kepentingan pihak tertentu.
  • Grey Hat Para hacker yang memberikan informasi yang diperoleh ke para attacker maupun para vendor, untuk memperoleh imbalan tertentu. Kelompok ini dikenal juga sebagai cracker, yakni orang-orang yang tidak memiliki keberpihakan pada pihak manapun dan menjual berbagai informasi yang diperlukan sesuai kebutuhan yang ada.
  • White Hat (hacker sejati) Orang-orang yang melakukan aktivitas hacking dalam rangka memperoleh informasi tentang celah-celah keamanan, maupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki untuk diberikan kembali kepada pihak yang bersangkutan untuk disempurnakan kembali.
  • Blue Hat yang punya kemampuan seperti white hat, tapi berkecimpung di dunia pendidikan.
TUJUH KELOMPOK HACKER BERDASARKAN PROFILE KEMAMPUAN
Pembagian para hacker berdasarkan profile kemampuan profesionalnya terbagi menjadi tujuh kelompok. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Marc Rogers MA, seorang guru besar psikologi dari University of Manitoba Hawai, yakni:
  • Tool Kids/NewBies Orang-orang yang baru belajar aktivitas hacking, namun kemampuan kemampuan tentang komputer serta teknik pemrograman relatif terbatas dan hanya baru bisa membuat program-program dasar. Aktivitas hacking yang dilakukan, umumnya menggunakan bantuan aplikasi yang terdapat di internet hingga tidak murni mengandalkan kemampuan individunya.
  • Cyber Punk Orang-orang yang memiliki pengetahuan dan teknik komputer yang lebih tinggi dibandingkan NewBies. Mereka sudah mampu memahami karakteristik dari sistem jaringan ataupun sistem yang sedang mereka serang. Pengetahuan mereka tentang bahasa pemrograman cukup andal, karena mampu mendefinisikan hingga karakteristik umumnya. Dengan kemampuannya ini, ia sudah mampu menciptakan alat bantu infiltrasi sendiri, hingga tidak lagi menggunakan program-program bantu yang tersedia di internet. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan memiliki kecenderungan untuk kriminal, seperti defacing web, carding, ataupun spamming.
  • Internals Orang-orang yang masih bergabung ataupun pernah (mantan) dengan perusahaan TI, dengan kemampuan komputer dan programming yang anda. Dan melakukan berbagai aktivitas hacking dengan mengandalkan berbagai kombinasi sumber daya internal maupun eksternal yang ada untuk berbagai tujuan. Contoh, pelanggaran paling sering dilakukan adalah breaking over priviledge activity, yakni segala aktivitas yang melanggar batasan-batasan hak yang dimiliki.
  • Coders Golongan ini dikenal juga sebagai resources, yakni orang-orang yang menjual berbagai informasi yang ada di internet ke pihak-pihak yang membutuhkan. Kemampuan programming dan teknisnya sangat andal dan kelompok ini malakukan berbagai aktivitas infiltrasi dalam rangka untuk memperoleh berbagai data ataupun informasi yang dapat dijual. Coders juga membantu membuat berbagai aplikasi bantu hacking yang dibutuhkan oleh para hacker ataupun attacker/cracker yang membutuhkan.
  • Old Guard Hackers (Idealism Gate Keepers) Para hacker sejati yang murni melakukan aktivitas-kativitas hacking dalam rangka untuk tujuan ilmiah dan kebaikan semua pihak. Jumlah golongan ini relatif sangat sedikit, karena idealisme yang dijunjung memaksa mereka untuk menggunakan kode etik yang dijunjung tinggi oleh para hacker, yakni kemampuan di atas segalanya.
  • Professional Criminals Para attacker/cracker yang bergerak atas nama kelompok ataupun individu dan melakukan berbagai aktivitas cyber crime sebagai sumber kehidupan utamanya. Kemampuan yang dimiliki oleh kelompok ini sangat sempurna karena mengombinasikan berbagai piranti keras dan pengetahuan programming yang bisa diandalkan dibantu data/informasi yang diperoleh dari Coders. Aktivitas kejahatan yang dilakukan tidak lagi dalam kelas cyber punk yang lebih banyak pada target individu, namun justru pada kalangan korporat dengan jalan merampok dana yang tersedia dengan melakukan transfer secara tersembunyi.
  • Cyber Terrorist Sekelompok orang atau individu yang bertindak atas dasar sentimen pada suatu kelompok atau pihak tertentu, dan melakukan berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi mereka pada lingkungan dunia. Tingkatan kemampuan yang dimiliki kelompok ini adalah yang tertinggi karena menggabungkan berbagai sumber daya yang ada, level kemampuan, bahkan menggunakan sarana prasarana bantuan dari pihak sponsor yang membantu seperti satelit komunikasi.
Apapun alasannya ‘hacking’ adalah tindakan yang tidak melangar hukum, namun disebut “cracking” apabila digunakan untuk merusak, menghilangkan data / sesuatu yang bukan milik kita. Akan tetapi yang kita ketahui bersama – sama bahwa tidak adanya jaminan yang memastikan data atau informasi yang kita punya adalah 100 % aman dan kondisi inilah yang digunakan orang untuk memulai “pekerjaan” merusak dari awalnya iseng hingga professional. Hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah menutup segala kemungkinan celah keamanan yang terbuka dan selalu mengupdate data / informasi [ siaga ].

Bandung, 02 Januari 2011

Astagfirullah....

Untuk pertama kali setelah sekian tahun bersamanya, akhirnya Hp ana rusak... :'(
Bener2 mendadak 'n gak d'sangka2... bru 4 tahun blom genap 5 tahun, malah kondisinya sekarang tidak memungkin untuk membeli Hp... Astagifullah...ana terima segala cobaan ni Ya Rabb semoga ada jalan terbaik untuk ana nanti...

I always belife You and your promise... ^_^

Hamasah!! ^_^